FOR YOUR PLATE – Malang. Halo SoMeal! Bukan rahasia umum lagi bahwa setiap yang kita makan, kebanyakan mengandung gula. Begitu juga dengan bahaya-bahaya yang dapat gula timbulkan. Tapi apakah sobat meal pernah mendengar sukrosa atau fruktosa? Benar sekali, jajaran glukosa yang sering sobat meal temui dalam kemasan produk. Lalu apakah mereka berasal dari satu kesatuan? Mari simak penjelasan berikut ini.
Gula sering kita kaitkan dengan beberapa penyakit, salah satunya yaitu diabetes. Semakin berkembang dan majunya zaman modern, tak sedikit semua berubah menjadi instan, termasuk makanan dan minuman. Sering kali kita memilih membeli yang kita inginkan tanpa memperhatikan kandungan yang akan masuk ke tubuh kita.
Itulah mengapa semakin banyak penyakit yang bersarang pada tubuh. Diabetes sendiri datang karena tubuh kita tidak mampu mengkonversi glukosa yang kita konsumsi menjadi energi atau menjadi glikogen. Melansir dari kemenkes.go.id menurut IDF (International Diabetes Federation), tahun 2021 Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah diabetes terbanyak. Yaitu mencapai angka 19,5 juta penderita, dan memprediksi akan meningkat menjadi 28,6 juta di tahun 2045.
Tak berhenti sampai di situ, diabetes jika sudah parah dapat menyebabkan penyakit lain, yaitu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kami berkesempatan mewawancarai Prof. Dr. Ir. Damat, MP.,IPM. Yang menjelaskan bahwa gula membawa hipertensi jika ada penyakit lain.
Namun, jika tubuh kita sehat maka hipertensi akan menjauh dari kita. Sehat berarti kadar insulin yang tubuh produksi cukup untuk mengkonversi glukosa menjadi energi. Glukosa/gula tidak selalu kita dapat dari makanan/minuman manis, apalagi dengan pemanis buatan.
Kita bisa memanfaatkan pemanis alami yang sudah ada di beberapa kandungan atau makanan pokok kita. Contohnya yaitu sumber pati yang mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang masuk ke tubuh SoMeal akan didegradasi oleh enzim amilolitik, yaitu enzim yang berperan mengubah karbohidrat menjadi gula yang nantinya bisa jadi energi.
Yuk Cari Tau Asal Usul Diabetes Muncul
Dosen dari teknologi pangan Universitas Muhammadiyah Malang juga menjelaskan bahwa standar rata-rata asupan energi per orang yaitu 2.200 kilo kalori per hari.
Jadi jika asupan dalam gula berlebihan, tanpa kita pakai untuk mengeluarkan energi (beraktivitas/olahraga), yang akan terjadi yaitu tubuh akan mengkonversi gula menjadi glikogen, atau cadangan energi enzim yang kita kenal dengan insulin.
Insulin yang terproduksi dari pankreas akan mengkonversi menjadi cadangan energi, akan tetapi jika tubuh seseorang dalam masalah atau sakit, dan pankreas tidak bekerja sebagaimana mestinya, akan menimbulkan peningkatan pada kadar gula dalam tubuh.
Itulah mengapa sobat meal harus balance dalam mengatur antara sumber glukosa dan energi. Agar menghindari timbulnya diabetes dan naiknya kadar gula darah pada tubuh kita.
Mari Lebih Peduli pada Asupan yang Tubuh Butuhkan
Sehat jasmani dan rohani memang kenikmatan tersendiri, terlebih kita bisa makan apapun tanpa memikirkan resiko kedepannya. Namun, bukan berarti kita bebas konsumsi apapun yang masuk ke tubuh kita.
Hendaknya mulai sekarang sobat meal harus cari tahu kebutuhan vitamin atau asupan yang tubuh butuhkan. Kita tidak boleh asal memberikan makan tanpa memperhatikan kandungan-kandungan di dalamnya.
Seperti minuman atau makanan yang mengandung glukosa. Tanpa sadar kita sudah mengkonsumsi beberapa jajanan dengan kandungan glukosa/gula di dalamnya. Gula memang bikin candu, sehingga siapapun yang memakannya akan ketagihan hingga lupa bahwa si manis tersebut berbahaya.
Prof. Damat menjelaskan bahwa kita hendaknya mengurangi asupan gula glukosa, begitupun dengan makanan yang mengandung pati, seperti nasi atau roti. Akan lebih banyak jika memberi asupan sayur atau pati resisten pada tubuh kita.
“Sayuran tidak mengandung banyak pati, justru dominan serat yang nantinya tidak akan terkonversi menjadi glukosa,” ujar beliau.
Ganti Asupan Pati Menjadi Pati Resisten
Lalu bagaimana cara mengatasi kandungan makanan agar tidak menjadi banyak glukosa nih Minso? Nah, sobat meal bisa mengganti asupan pati menjadi makanan yang memiliki indeks rendah atau indikator karbohidrat menjadi glukosa nya rendah, bisa dari pati resisten.
SoMeal gak perlu bingung bagaimana bisa mendapatkan pati resisten, cukup mulai membiasakan makan nasi yang tidak panas, alias harus sudah dingin saat masuk ke tubuh kita. Sobat meal juga harus tahu nih, kalau terus-terusan memanaskan nasi di magicom itu kurang bagus loh.
Karena akan banyak mengandung pati alih-alih pati resisten. Makanya orang tua sering mengingatkan kita buat gak makan nasi selagi panas/hangat. Lalu sobat meal juga bisa mengkonsumsi nasi gurih/santan.
Santan memiliki kandungan asam laurat, akan terjadi pengikatan antara pati dan asam laurat. Jadi enzim aminonitik tidak bisa meregrenasi pati menjadi glukosa. Yang berarti kenaikan kadar gula darah setelah makan nasi tersebut akan terhambat.
Akan lebih baik jika tubuh kita memperbanyak makanan yang mengandung antioksidan, seperti sayuran dan buah-buahan yang berwarna. Sayur warna hijau, bayam merah, buah yang berwarna kuning, dan lain sebagainya.
Apa itu Sukrosa, Glukosa, dan Fruktosa?
Sobat meal pasti tidak asing sama komponen gula tersebut, apakah mereka dalam keluarga dan 1 jenis? Sukrosa merupakan jenis gula yang masuk dalam kelompok disakarida, atau tersusun dari 2 komponen, yaitu gabungan dari glukosa dan fruktosa.
Sedangkan glukosa dan fruktosa ialah monosakarida. Kalau sukrosa yang sering SoMeal ketahui adalah gula pasir, maka gula mandiri fruktosa berasal dari buah-buahan.
Selanjutnya ada high fruktosa sirup (jenis gula cair yang berasal dari hasil hidrolisis pati). Gula cair atau hfs memiliki komponen gula yang seimbang dan seringkali kita temui sebagai campuran pada makanan/kue karena akan memberikan rasa manis meskipun penggunaan sedikit.
Ternyata Gula dapat Mencegah Kasus Stunting pada Anak
Tadi kita sudah ngomongin mengenai bahaya dari gula, lalu apakah gula mempunyai manfaat untuk tubuh kita? Pasti dong, salah satu sumber energi tubuh kita berasal dari gula, terlebih jika di masa pertumbuhan.
SoMeal pasti sudah familiar terhadap kasus stunting, beberapa beranggapan bahwa stunting disebabkan oleh kurangnya asupan protein. Namun, juga perihal minimnya asupan makan atau sumber energi yang nantinya menghasilkan glukosa.
Karena sumber energi berasal dari glukosa, bukan dari vitamin atau kandungan yang lain. Jadi tubuh kita tetap membutuhkan glukosa. Namun perlu sobat meal ingat, jika sudah terlihat tanda-tanda atau terkena masalah dengan kesehatan harus benar-benar menjaga asupan glukosa.
Selanjutnya bagi sobat meal yang sehat pun harus tetap menjaga kadar glukosa, boleh saja jika ingin minum yang manis-manis. Asal tidak berlebih dan terlalu sering, lalu untuk pengidap sebaiknya mengurangi dan membiasakan untuk tidak minum minuman manis.
Itu tadi penjelasan mengenai bahaya glukosa yang dapat menaikkan kadar gula darah. Ada baiknya sobat meal melihat kandungan glukosa/gula pada kemasan minum/jajan yang kalian beli.
Mari mulai kurangi gula dan aware terhadap kesehatan tubuh kita.