Kupat Tahu Pacitan

For your plate, Halo konco luwe! Kupat Tahu Pacitan lebih dari sekadar makanan, ia menjadi identitas kuliner kota yang membanggakan. Perpaduan ketupat kenyal, tahu goreng, saus kacang gurih, dan sayuran segar membuat hidangan ini digemari masyarakat dari berbagai daerah.

Kupat Tahu Pacitan
Sumber : Orami

Sejarah Kupat Tahu Pacitan

Kupat Tahu Pacitan sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi salah satu kuliner ikonik Jawa Timur. Masyarakat Pacitan awalnya membuat kupat tahu sebagai sajian sederhana untuk sarapan. Petani dan nelayan menjadikan kupat tahu sebagai bekal sebelum beraktivitas karena mengenyangkan dan mudah dibuat.

Pedagang kaki lima mulai menjual kupat tahu di sekitar pasar tradisional, alun-alun, hingga tepi jalan utama. Hidangan ini semakin populer ketika wisatawan datang ke Pacitan untuk menikmati pantai-pantai indah dan gua-gua karst. Mereka mencicipi kupat tahu lalu menceritakan pengalamannya, sehingga kupat tahu menjadi oleh-oleh kuliner berupa cerita yang menular dari mulut ke mulut.

Ciri Khas dan Keunikan Kupat Tahu Pacitan

Kupat tahu Pacitan memiliki ciri khas yang membedakannya dari kupat tahu Magelang atau Bandung. Kupat (ketupat) Pacitan biasanya lebih kecil dan padat, membuat teksturnya kenyal namun lembut saat digigit. Tahu yang digunakan adalah tahu putih yang digoreng hingga bagian luarnya garing tetapi tetap lembut di dalam.

Bumbu kacang menjadi daya tarik utama. Penjual menggiling kacang tanah sangrai hingga halus, mencampurnya dengan bawang putih, cabai, dan petis sehingga menghasilkan saus kacang kental, manis, gurih, dan sedikit pedas. Kuahnya lebih pekat daripada kupat tahu di daerah lain.

Hidangan ini juga biasanya disajikan dengan tambahan tauge, irisan kol, dan taburan bawang goreng. Rasa gurih kacang berpadu dengan segarnya sayuran dan kriuk bawang goreng menciptakan sensasi nikmat yang lengkap.

Cara Pembuatan Kupat Tahu Pacitan

Kupat Tahu Pacitan
Sumber : Orami

Kamu bisa membuat kupat tahu Pacitan di rumah dengan bahan sederhana:

Bahan:

  • 4 buah ketupat siap saji

  • 4 potong tahu putih, goreng hingga kecokelatan

  • 100 gram tauge, seduh dengan air panas

  • 1 genggam kol, iris tipis

  • Bawang goreng secukupnya

Bumbu Kacang:

  • 200 gram kacang tanah, goreng

  • 3 siung bawang putih

  • 3 buah cabai rawit (sesuai selera pedas)

  • 1 sdm petis udang

  • 3 sdm gula merah, sisir

  • 1 sdt garam

  • 200 ml air matang

Cara Membuat:

  1. Haluskan Bumbu: Giling kacang tanah bersama bawang putih dan cabai hingga halus.

  2. Masak Saus: Tambahkan gula merah, petis, garam, dan air. Aduk rata hingga saus mengental.

  3. Potong Ketupat dan Tahu: Iris ketupat menjadi potongan kecil, potong tahu goreng sesuai selera.

  4. Racik Kupat Tahu: Tata ketupat, tahu, tauge, dan kol di piring. Siram dengan saus kacang hangat.

  5. Taburi Bawang Goreng: Sajikan kupat tahu dengan bawang goreng dan kerupuk agar lebih nikmat.

Kupat Tahu Pacitan Viral di Media Sosial

Popularitas kupat tahu Pacitan meningkat pesat sejak banyak food vlogger dan travel blogger mengulasnya di media sosial. Video yang memperlihatkan penjual meracik kupat tahu dengan cepat, mengulek bumbu kacang langsung di cobek, dan menyiramkannya di atas kupat membuat penonton merasa lapar.

TikTok dan Instagram menjadi tempat favorit bagi kreator kuliner untuk membagikan konten makanan khas Pacitan ini. Wisatawan ikut memposting pengalaman mereka mencicipi hidangan ini setelah surfing atau menjelajah gua di Pacitan. Alhasil, kupat tahu menjadi salah satu kuliner wajib bagi para pelancong.

Viralnya kupat tahu di media sosial menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap relevan di era modern. Jika kamu berkunjung ke Pacitan, sempatkan diri menikmati kupat tahu langsung dari penjual legendaris di alun-alun atau pasar tradisional. Rasakan sendiri kenikmatan yang membuat hidangan ini mendunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *