For your plate, Halo konco luwe! Kuliner Nusantara selalu menyimpan keunikan rasa dan cerita yang mengagumkan. Salah satu sajian paling otentik dari Jawa Timur ialah Rujak Cingur, perpaduan lezat antara buah, sayur, dan cingur sapi yang disiram dengan bumbu petis bercita rasa khas. Rujak ini bukan hanya menggugah selera, tetapi juga membawa nilai sejarah dan budaya masyarakat Surabaya.
Apa Itu Rujak Cingur?

Rujak Cingur berasal dari dua kata: “rujak” yang berarti campuran buah dan sayuran, dan “cingur” yang berarti bagian mulut atau hidung sapi. Dalam kuliner ini, cingur berperan sebagai bahan utama yang membedakannya dari rujak pada umumnya. Masyarakat Jawa Timur, terutama Surabaya, telah menyantap rujak ini secara turun-temurun dalam berbagai kesempatan, mulai dari makan siang hingga sajian acara keluarga.
Bahan-Bahan Rujak Cingur yang Lengkap
Rujak Cingur menggunakan berbagai bahan segar dan tradisional. Di dalam satu piring rujak, kamu akan menemukan irisan cingur sapi yang telah direbus hingga empuk, kemudian dicampur dengan:
- Mentimun
- Kecambah
- Kangkung
- Tauge
- Nanas
- Mangga muda
- Lontong atau ketupat
- Tempe goreng dan tahu goreng
- Bendoyo atau kerupuk uli
Semua bahan tersebut dikombinasikan dalam satu wadah, lalu disiram bumbu khas berbahan dasar petis udang, kacang tanah sangrai, cabai rawit, bawang putih, gula merah, dan sedikit air matang. Penjual rujak biasanya mengulek bumbu langsung saat pembeli memesan, sehingga rasa bumbunya terasa lebih segar dan kuat.
Bumbu Petis yang Jadi Kunci Kelezatan
Bumbu petis memegang peran penting dalam Rujak Cingur. Pengrajin petis di Surabaya merebus udang hingga menghasilkan cairan yang kental dan berwarna hitam pekat. Proses ini menghasilkan aroma yang kuat dan rasa asin-manis dengan sentuhan gurih dari fermentasi udang. Saat mereka mencampurkan petis ini dengan kacang tanah dan cabai, terciptalah kombinasi rasa yang khas: pedas, manis, gurih, dan sedikit asam dari buah-buahan.
Masyarakat Surabaya menyukai bumbu yang pekat dan beraroma tajam. Oleh karena itu, Rujak Cingur sering kali terasa sangat “nendang” dan memuaskan lidah, terutama bagi pecinta kuliner tradisional yang menyukai cita rasa kuat.
Tempat Makan Rujak Cingur yang Terkenal
Di Surabaya dan sekitarnya, banyak warung legendaris yang menyajikan Rujak Cingur dengan rasa otentik. Beberapa di antaranya seperti Rujak Cingur Ahmad Jais, Rujak Cingur Delta, hingga warung kaki lima di sekitar Taman Bungkul. Semua tempat ini menyajikan rujak dengan takaran bumbu yang pas dan potongan cingur yang empuk.
Para wisatawan dari luar daerah selalu menyempatkan diri mencicipi rujak ini saat berkunjung ke Jawa Timur. Banyak dari mereka menganggap bahwa Rujak Cingur memberikan pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di tempat lain.
Nilai Budaya dalam Sepiring Rujak

Rujak Cingur tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menyimpan filosofi lokal. Campuran buah dan sayur mencerminkan keberagaman yang hidup berdampingan. Sementara bumbu petis menjadi simbol cita rasa khas pesisir Jawa Timur. Beberapa masyarakat juga menyajikan Rujak Cingur dalam acara adat atau ritual tertentu. Generasi muda di Surabaya terus mengenalkan Rujak Cingur melalui festival kuliner dan media sosial, agar kuliner ini tetap dikenal luas dan dicintai oleh kalangan yang lebih luas. Inisiatif ini menjaga agar resep turun-temurun tidak hilang tergerus zaman.
Rujak Cingur berdiri sebagai salah satu warisan kuliner Jawa Timur yang patut dibanggakan. Kombinasi unik antara buah, sayur, dan cingur sapi menghasilkan sajian otentik yang tak tertandingi. Bumbu petis yang kaya rasa menjadikan rujak ini semakin istimewa dan menggoda. Bila kamu berkunjung ke Surabaya, jangan lupa mencicipi Rujak Cingur sebagai bukti cinta pada cita rasa lokal.