Berbagai jenis Luk Chup

For Your Plate, Halo konco luwe! Media sosial kembali memunculkan tren kuliner yang tak hanya menggoda lidah, tetapi juga memanjakan mata. Kali ini, nama luk chup mencuri perhatian netizen Indonesia. Kudapan asal Thailand ini mendadak viral karena tampilannya yang mungil, warna-warni, dan menyerupai buah-buahan asli dalam versi mini. Banyak warganet mulai memburu luk chup sebagai oleh-oleh, camilan unik, atau bahkan properti foto estetik.

Tren ini menyebar cepat di TikTok, Instagram, dan YouTube Shorts. Para food content creator menampilkan proses pembuatan luk chup yang penuh warna, mulai dari mencetak adonan mungil hingga memberi warna dan lapisan gelatin bening agar mengilap seperti buah sungguhan. Para penonton menyukai sisi visual dan keunikan bentuknya, yang menyerupai miniatur mangga, cabai, terong, atau jeruk.

Bentuk dan Rasa Luk Chup

berbagai jenis luk chup
Sumber : Auttachod / getty images

Jajanan ini mencuri perhatian karena tampilannya yang mini dan lucu. Setiap potong luk chup berbentuk seperti buah-buahan tropis, sayuran, atau bahkan karakter animasi. Ukurannya kecil, tidak lebih besar dari ibu jari. Warna-warna cerah seperti merah, hijau, kuning, dan ungu membuatnya tampak seperti mainan, padahal bisa langsung dimakan.

Banyak orang membeli jajanan ini bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena tampilannya yang estetik. Jajanan ini sering muncul sebagai hiasan kue, hampers, atau isian snack box premium. Sejumlah toko bahkan menjualnya dalam kemasan eksklusif, lengkap dengan label “handmade” dan deskripsi bentuk buah yang ditiru.

Di balik tampilannya yang menggemaskan, luk chup menyimpan rasa khas kacang hijau yang manis dan lembut. Teksturnya menyerupai kue mochi halus, namun lebih padat. Lapisan gelatin tipis memberikan sensasi kenyal ringan ketika masuk ke mulut.

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi. Para pembuat luk chup menggiling kacang hijau rebus hingga halus, lalu menumisnya bersama gula dan santan sampai kalis. Setelah itu, mereka mencetak adonan menjadi berbagai bentuk menggunakan tangan atau cetakan khusus, lalu mewarnainya dengan pewarna makanan. Sebagai penutup, mereka mencelupkan jajanan ini ke dalam agar-agar bening agar terlihat mengilap.

Penjual Laris, Pembeli Antusias

penjual
sumber : pranithan chorruangsak / canva

Melihat tren yang terus naik, banyak UMKM kuliner di Indonesia mulai memproduksi jajanan ini secara rumahan. Beberapa kreator TikTok membuka pre-order luk chup melalui media sosial. Mereka menjualnya dalam kemasan kecil berisi 6–12 buah, dengan harga mulai dari Rp25.000 hingga Rp70.000 per kotak.

Banyak UMKM menambahkan sentuhan lokal pada jajanan ini, seperti bentuk buah salak, durian mini, hingga cabe rawit. Kreativitas ini membuat jajanan ini semakin populer di kalangan anak muda dan pecinta kuliner unik.

Penjual jajanan mengalami lonjakan pesanan setiap kali video mereka viral. Mereka menerima ratusan pesanan dari luar kota dan mulai membuka sistem pengiriman melalui platform e-commerce. Pelanggan mengaku merasa puas bukan hanya karena rasa, tapi juga karena luk chup cocok dijadikan hadiah, hampers lebaran, atau camilan tamu.

Luk chup berhasil mencuri hati masyarakat Indonesia berkat tampilannya yang unik, rasa manis lembut, dan nilai seni tinggi. Tren ini membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi di dunia camilan kreatif. Masyarakat kini tidak hanya membeli makanan untuk dimakan, tetapi juga untuk dinikmati secara visual dan dibagikan ke media sosial.

Jika kamu belum mencoba luk chup, kini saatnya merasakan sendiri sensasi makan buah mini yang viral dan 

FAQ

  1. Apa itu Luk Chup?

Luk chupkudapan manis asal Thailand yang berbentuk miniatur buah dan sayuran. Makanan ini terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan, dicampur gula dan santan, lalu dibentuk dan diwarnai menyerupai buah-buahan tropis.

  1. Kenapa Luk Chup bisa viral di Indonesia?

Karena tampilannya unik, lucu, dan sangat Instagramable. Banyak content creator menampilkan bentuk, warna, dan proses pembuatannya  yang detail dan menggemaskan. Selain itu, rasanya enak dan teksturnya lembut.

  1. Apakah Luk Chup bisa dimakan?

Ya! Meskipun terlihat seperti mainan atau hiasan, jajanan ini sepenuhnya bisa dimakan. Bahan utamanya adalah kacang hijau, santan, gula, dan agar-agar. Tidak mengandung bahan berbahaya atau sintetis.

  1. Rasanya seperti apa?

Jajanan ini emiliki rasa manis dan lembut. Teksturnya mirip mochi tapi lebih padat, dengan lapisan luar yang sedikit kenyal berkat gelatin atau agar-agar bening. Aromanya lembut dan tidak terlalu kuat.

  1. Apakah Luk Chup berasal dari Thailand?

Benar. Jajanan ini berasal dari Thailand dan awalnya muncul di istana kerajaan sebagai hidangan mewah. Kini, makanan ini hadir secara luas dan bahkan diproduksi di banyak negara Asia, termasuk Indonesia.

Temuka berita lainnya hanya di For Your Plate!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *