FOR YOUR PLATE – Halo Konco Luwe! Kentang Mustofa muncul pertama kali di Istana Cipanas ketika Presiden Soekarno masih menjabat. Olahan ini dibuat oleh Opo Mustofa, juru masak istana, yang memanfaatkan kentang sisa menjadi hidangan renyah. Sekarang, sajian ini jadi favorit masyarakat dan terkenal sampai warteg seantero Jawa.
Sejarah Kentang Mustofa

Awalnya, kentang Mustofa tercipta karena kebutuhan mengolah bahan sisa agar tidak terbuang. Dari dapur istana, sajian itu menyebar ke masyarakat melalui mulut ke mulut dan jamuan hajatan. Oleh karena itu, masakan ini punya nilai aktual sekaligus kedekatan dengan masyarakat.
Seiring waktu, penyebutan “Mustofa” melekat karena Presiden Soekarno sering mencarinya dengan nama kokinya. Transisi dari dapur presiden ke warteg rakyat menjadikan nama ini tidak asing di telinga generasi tua. Bahkan sekarang, Gen Z makin sering menyebutnya sebagai lauk wajib warteg.
Dulu, kentang Mustofa sempat dianggap camilan murahan karena sering jadi pelengkap nasi bungkus. Namun kini, nilai historis dan cita rasa pedas manisnya membuat makanan ini naik kasta. Tak heran, banyak UMKM mengemasnya jadi camilan kekinian dengan branding khas.
Penyebaran
Dari sisi persebaran, kentang Mustofa berkembang pesat di daerah seperti Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi. Setiap daerah punya ciri khas rasa mulai dari manis gurih hingga super pedas. Transisi rasa ini menunjukkan betapa fleksibelnya camilan ini beradaptasi dengan lidah lokal.
Di media sosial, kentang Mustofa sering muncul sebagai konten rekomendasi camilan murah meriah. Banyak Gen Z membagikan video cara membuat Mustofa homemade dengan gaya kekinian. Oleh karena itu, makanan ini tak hanya lestari, tapi juga relevan di era digital
Menurut laporan dari CNN Indonesia, kentang Mustofa merupakan bukti bahwa kreativitas sederhana bisa punya nilai budaya tinggi. Pernyataan ini menyampaikan dalam artikel yang membahas asal-usul penamaan dan popularitas hidangan tersebut. Dengan begitu, pengolahan makanan ini bisa dipahami tidak hanya dari rasa, tapi juga sejarahnya.
Bukan hanya kentang, kini banyak varian baru bermunculan seperti pepaya Mustofa hingga labu siam Mustofa. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dalam kuliner terus tumbuh dari resep klasik yang melegenda. Selain itu, banyak penjual rumahan di Jawa Timur mulai menjadikannya produk andalan oleh-oleh.
Transformasi kentang Mustofa dari stigma makanan murah jadi ikon kreatif kuliner Nusantara telah mematahkan pandangan negatif. Dari dapur presiden hingga meja warteg, namanya tetap membumi sekaligus membanggakan. Maka dari itu, Mustofa bukan sekadar nama, melainkan cerita tentang rasa, sejarah, dan inovasi.
FAQ
- Apa itu Kentang Mustofa?
Kentang Mustofa adalah olahan kentang yang diiris tipis seperti korek api, digoreng kering, lalu dibumbui pedas manis. Camilan ini populer sebagai pelengkap nasi di warteg hingga jadi oleh-oleh khas. - Siapa penciptanya ?
Kentang Mustofa diciptakan oleh Opo Mustofa, juru masak Istana Cipanas di masa Presiden Soekarno. Nama “Mustofa” berasal dari nama sang koki yang sering disebut Soekarno saat mencari menu favoritnya. - Kenapa orang-orang menyebutnya ?
Nama “Mustofa” digunakan karena Presiden Soekarno sering menanyakan hidangan itu dengan menyebut nama kokinya. Seiring waktu, nama tersebut melekat pada hidangan kentang renyah berbumbu ini. - Kenapa dulu orang menganggap Kentang ini sebagai makanan murah?
Dulu, makanan ini sering muncul sebagai pelengkap nasi bungkus di warteg dan hajatan. Karena sederhana dan murah, ia sempat dipandang remeh meski memiliki sejarah istimewa. - Apa yang membuatnya kembali populer?
Nilai sejarah, rasa unik, serta kemunculannya di media sosial menjadikan Kentang Mustofa kembali naik daun. Banyak UMKM dan Gen Z membuat versi baru dengan kemasan dan branding modern. - Di mana saja makanan ini berkembang?
Kentang Mustofa kini dikenal luas di Jawa, terutama di Surabaya, Malang, hingga Banyuwangi. Setiap daerah punya varian rasa yang menyesuaikan lidah lokal seperti gurih-manis atau ekstra pedas. - Apakah ada varian selain dari kentang?
Ya. Varian seperti pepaya Mustofa dan labu siam Mustofa juga populer, terutama sebagai alternatif rendah karbohidrat yang tetap renyah dan berbumbu. - Apakah termasuk makanan sehat?
Meski berbahan alami, Kentang Mustofa tetap digoreng dan dibumbui gula serta cabai. Jadi, konsumsinya tetap perlu mendapat pembatasan, terutama bagi yang menjaga pola makan. - Apa pesan yang kita dapat dari kisah ini?
Kentang Mustofa membuktikan bahwa kreativitas dapur bisa menghasilkan warisan kuliner bersejarah. Dari limbah jadi legenda, dari warteg hingga istana,semuanya mulai dari satu ide sederhana.